Sabtu, 05 November 2011

Sepucuk Surat Untuk Sahabat

Sahabatku di bumi Allah.....
Akhir-akhir ini banyak fenomena yang tidak menyenangkan, terjadi di sekitar kita. Betapa perih dan sakitnya hati ini, ketika kita ikut terjebak dalam fenomena tersebut! Apakah engkau turut merasakannya, sahabat?.

Sahabatku.....
Bertahun-tahun dalam suka dan duka, telah kita lalui bersama. Kita berjalan seiring, bergandeng tangan, bersatu dalam cita-cita dan pemikiran, sejak kita bertekad untuk menempuh jalan yang sama. Dan Insya Allah, jalan itu, jalan yang sama-sama kita harapkan: jalan yang diridhai Allah. Peristiwa demi peristiwa telah kita alami bersama. Apapun yang kita alami, baik atau buruk, telah kita yakini sebagai kehendak Allah jua. Kita serahkan segala urusan kepada Allah Azza wa Jalla, sebaik-baik pemberi keputusan. Tugas kita - sebagai makhluk dan khalifah-Nya di muka bumi - adalah berusaha mengikuti aturan-aturan-Nya semampu kita dan berdo'a.

Sahabatku....
Jalan ini, jalan yang penuh onak dan duri, penuh dengan godaan dan cobaan. Tetapi Subhanallah, kita justru merasakannya sebagai suatu kenikmatan yang tiada tara! Ya, karena kita hanya mengharapkan keriridhoan Allah semata! Kita hanya mengharapkan cinta-Nya, supaya kelak kita termasuk mereka yang beruntung. Bukankah itu yang kita inginkan?.

Sahabatku....
Kita sudah sering saling ber-muhasabah, dan ber-taushiyah. Tetes demi tetes air mata yang mengalir di pipi, membuktikan dalamnya rasa ukhuwah kita. Isakan demi isakan yang terjadi, menunjukan betapa dalam rasa sesal kita kepada Allah Rabbul 'Alamin, atau segala kesalahan yang telah kita perbuat. Masih ingatkah engkau sahabat, waktu itu kita dengan tersedu, masing-masing bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama - kesalahan yang membuat Allah tidak ridha kepada kita?.

Sahabatku....
Inilah fenomena yang menyakitkan hati. Takala pagi cerah merekah, dan dunia menjadi indah karenanya, sebagian kita menjadi khilaf, lupa dengan azam yang telah digoreskan pada saat-saat munajat yang penuh dengan air mata. Astghfirullah al'azhiim.....apa yang telah terjadi pada diri kita? Betapa seringnya kita berbuat kesalahan! Apakah seperti ini akhlak seorang pejuang? Betapa beraninya kita mengaku sebagai tentara Allah, dengan sekian banyak kesalahan yang selalu kita ulangi! Robbanaa...ampunilah kami semua......

Sahabatku di bumi Allah....
Dunia ini memang indah sekali, begitu meraya dan menggoda. Tetapi kita harus selalu ingat, dunia ini hanyalah wasilah (sarana) kita, dan bukan ghoyah (tujuan) kita. Ya Allah, kuatkanlah hati kami semua. Bimbinglah kami dalam menegakkan dien-Mu. Dan tunjukilah kami jalan yang lurus.

Sahabatku....
Tersenyumlah selalu, sesungguhnya senyumanmu itu adalah shodaqoh dan ibadah!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar